Jasad Adam

Telah dijelaskan oleh Allah Swt dalam hadis qudsi, Dia Azza wa Jalla berfirman: 
’Telah Kucipta seorang malaikat di dalam tubuh setiap anak keturunan Adam. Di dalam malaikat itu ada shadr. Di dalam shadr itu ada qalb. Di dalam qalb itu ada fu`aad. Di dalam fu`aad itu ada syagf. Di dalam syagf itu ada lubb. Di dalam lubb itu ada sirr. Dan di dalam sirr itu ada Aku.’ 

Sabda Nabi Muhammad Saw., 
“Allah menciptakan qalb-qalb empat ribu tahun lebih dahulu daripda jasad. Setelah itu, Dia meletakannya di tempat yang dekat dengan-Nya. Sementara itu, arwah diciptakan oleh Allah Swt. Tujuh puluh ribu tahun lebih dahulu daripada hati. Setelah itu, ia diletakan di taman kelembutannya (rawdlah al-uns). Sebelumnya, Allah telah terlebih dahulu menciptakan sirr (rahasia) daripada ruh dan menempatkan sirr tersebut di taman keintiman-Nya (rawdlah al-wishl).” 

Dan juga firman-Nya yang ditujukan kepada Nabi Daud a.s., 
‘Wahai Daud! Kosongkan untuk-Ku sebuah rumah, agar Aku bisa tinggal di dalamnya!’ 

Mendengar perintah tersebut Nabi Daud a.s. tidak mengerti dan lantas bertanya, ‘Bagaimana caranya wahai Tuhanku?’ Lantas Allah berfirman, ‘Kosongkan hatimu hanya untuk-Ku!’ 

Menurut Imam Ali r.a. qalb mempunyai lima nama: 
Pertama, disebut shadr, karena ia merupakan tempat terbitnya cahaya Islam (nuuru-l-islam) 
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt., 
‘Adakah sama dengan mereka yang dibukakan shadrnya untuk Islam…. (QS 39:22)’. 

Kedua, disebut qalb, karena ia merupakan tempat terbitnya keimanan. 
Hal ini sebagaiamana firman-Nya, 
‘Mereka itulah yang ditulis dalam hatinya terdapat keimanan. (QS 58:22)’ 

Ketiga disebut fu’ad karena ia merupakan tempat terbitnya ma’rifah. 
Hal ini sebagaimana Firman Allah Swt, 
‘Fu’ad tidak pernah mendustai apa-apa yang dilihatnya’ (QS 53:11). 

Keempat disebut lubb, karena ia merupakan tempat terbitnya tauhid. 
Hal ini sebagaimana firman-Nya, 
‘Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang adalah ayat-ayat bagi ulil albaab (sang pemilik lubb)’ (QS 3:190). 

Kelima, disebut syagf, karena it merupakan tempat terbitnya rasa saling menyayangi dan mencintai sesama makhluk. 
Hal ini sebagaimana firman-Nya, 
’Sungguh ia (Zulaikha) telah dikuasai oleh rasa cinta yang membara….’ (QS 12:30) 

KENALI BERBAGAI ASPEK SHADR 
1 Ash Shadr atau dada 

2 Ash Shadr adalah istilah yang menunjukkan dada yang telah luas dan terbuka untuk menerima dan memeluk islam. Sebaliknya, tunduk kepada Islam hakiki terjadi dalam setiap zarrah seorang muslim. 

3 Shadr merupakan kemampuan qalbu (hati) yang berperanan untuk merasakan dan menghayati atau mempunyai fungsi perasaan seperti marah, benci, cinta, indah. 

4 Kemampuan shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit manapun menjadi indah. 

5 Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. Ia disimbolkan dalam bentuk misalan, letaknya berada di dalam dada manusia yang disebutkan dalam Al Quran dengan kata Shadr. Di dalam dada itulah, bisikan-bisikan kejahatan dihembuskan oleh syaitan, baik dalam wujud jin mahupun manusia. 

6 Di Shadr juga, tempat berkecamuk dan pertempuran antara haq dan batil (benar dan salah) . Juga tempat seseorang harus berserah diri kepada haq atau mengangkat kepalanya menentang Tuhan (kufur) 

7 Shadr mempunyai kemampuan besar untuk menyimpan hasrat, kemahuan niat kebenaran dan keberanian yang sama besarnya dengan kemampuan untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. 

8 Shadr jika dikaitkan dengan hati, dapat dikaitkan dengan putihnya mata, atau seperti segala sesuatu yang terdapat di sekitar Kota Mekah, atau seperti kulit luar dari sebuah biji, di mana biji itu keluar dari kulit luarnya jika telah nampak batangnya. 

9 Dinamakan Shadr kerana memiliki kedudukannya di bahagian depan hati. Seperti Shadr An Nahar (penghujung hari iaitu awalnya) 

10 Shadr merupakan tempat bersemanyamnya was-was dan segala kerosakan 

11 Shadr juga, menjadi tempat berbagai hal termasuk sifat-sifat tercela yang dapat merosakan, seperti mengumpat, syahwat, harapan, keinginan dan lain-lain yang biasa disebut dengan Nafsu Ammarah Bissu. 

12 Al Quran mengambarkan keadaan Shadr dengan kata Insyirah (lapang), seperti Surah Al A’raaf: 2: ”Maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu kerananya”. 

13 Kelapangan dan kesempitan Shadr adalah berbeza antara dada seorang rasul dengan seorang mukmin lainya 

MAKNA SHADR 
shadr bermakna dada, saat al-Qur'an menggambarkan sesuatu yang tersembunyi, niatan yang tersembunyi, Dia menggunakan kata shadr ini, yaitu untuk menggambarkan sifatnya yang tersembunyi dan tertutup. misalnya: 
katakanlah, “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau melahirkannya, pasti Allah Mengetahui”. Allah Mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang adad di bumi. Dan Allah Maha Kuasa tas segala sesuatu. (Ali-Imran:29) 

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. (an-Naas:5) 

setan nampaknya tidak bisa membisikkan kejahatan ke dalam qalb, tapi ke dalam dada/shadr manusia. Hal ini karena pada dasarnya qalb itu suci. Hati manusia adalah serupa dengan benteng, dan mata, lidah, tangan dan telinga adalah pintu-pintunya; Allah SWT dengan Kasih Sayang-Nya tidak membiarkan qalb kita dapat langsung ditembus oleh bisikan setan, namun setan bisa membisikkan ke dalam shadr kita, dan dia mengaksesnya melalui pintu-pintunya, maka apakah kita membiarkannya terbuka atau menutupnya rapat-rapat sehingga setan tidak bisa masuk, itu terserah kita; 

LAGI TENTANG SHADR 
Shadr, sebagai hati terluar dari struktur hati, adalah pintu gerbang masuknya maklumat, ujian, dan peluang yang sudah dicerna oleh otak hasil tayangan tiga dimensi yang diliputi oleh panca indera. 
Jika, melihat makalumat yang ada maka ciri Shadr adalah sebagai berikut : 
1) Hati yang lapang karena sudah dimudahkan dari kesulitan hidup Q.S. 94 : 1-8, Q.S. 
2) Hati yang (banyak hal/berbagai macam isi) di dalamnya Q.S. 100 : 9-11 
3) Hati yang dibisiki setan. Q.S. 114 : 5 
4) Hati yang menjadi sempit menerima alkitab Q.S. 7 : 2 
5) Hati yang dapat menghilangkan dendam karena beramal saleh Q.S. 7:43 
6) Hati yang diketahui segala isinya oleh Allah Q.S. 35 : 38 
7) Hati yang lapang karena sudah dimudahkan dari kesulitan hidup Q.S. 20 : 25-35 
8) Hati yang disaat sempit membuat jadi sulit berbicara Q.S. 26 : 12-14 
9) Hati yang isinya tidak dapat kita sembunyikan dihadapan Allah Q.S. 27 : 74-75, Q.S. 28 : 69, Q.S. 3:29 
10) Hati yang dapat bererti fikiran/bayangan Q.S. 17 :51 
11) Hati yang boleh diubati dengan pelajaran dari Allah Q.S. 10 : 57 
12) Hati yang dapat berpaling dari kebenaran Q.S. 11 : 5 
13) Hati yang sempit menolak sebagian wahyu karena tidak ada bukti berupa harta kekayaan atau malaikat Q.S. 11 : 12 
14) Hati yang tanpa dendam dan bersaudara di surga Q.S. 15 : 47 
15) Hati yang dapat menjadi sempit karena perkataan/hinaan orang lain Q.S. 15 : 97 
16) Hati yang lapang memeluk Islam, Hati yang sempit tersesat dan sesak seolah-olah sedang mendaki ke gunung (kekurangan oksigen) Q.S. 6 : 125 
17) Hati yang diketahui segala isinya oleh Allah Q.S. 39:7 
18) Hati yang dibukakan Allah untuk menerima ajaran Islam Q.S. 39:22 
19) Hati yang dapat diketahui penghianatannya lewat pandangan mata Q.S. 40 : 19 
20) Hati yang menginginkan kebesaran (penghormatan) karena mempertikaikan ayat-ayat Allah Q.S. 40 : 56 
21) Hati yang memiliki berbagai keperluan, termasuk kendaraan Q.S. 40:80 
22) Hati yang diketahui segala isinya oleh Allah Q.S. 42:24 
23) Hati yang boleh lapang dengan kekafiran Q.S. 16:106 
24) Hati yang menyimpan rahasia perkataan, tapi Allah Mengetahuinya Q.S. 67 : 13 
25) Hati yang di dalamnya menyimpan Al-Quran sebagai ayat-ayat yang nyata Q.S. 29:49 
26) Hati yang mudah gentar dan suka berbantah-bantahan, dan Allah Mengetahui isi hati. Q.S. 8 : 41-43 
27) Hati yang dapat diketahui tanda-tanda kebenciannya melalui ucapan Q.S. 3 : 118 
28) Hati yang boleh marah dan benci. Q.S. 3 : 119 
29) Hati yang diuji agar Qalbu dibersihkan. Q.S. 3 153-154 
30) Hati yang boleh berkeberatan/protes. Q.S. 4 : 88-90 
31) Hati yang ada keselarasan dengan proses terjadinya siang dan malam Q.S. 57:6 
32) Hati yang menaruh keinginan-keinginan. Q.S. 59:9 
33) Hati yang dapat ditakuti oleh manusia yang tidak takut kepada Allah. Q.S. 59 : 11-13 
34) Hati yang di dalamnya ada Qalbu. Q.S. 22 : 45-46 
35) Hati yang lega mendapatkan pertolongan Allah Q.S. 9 : 14 

Sehingga, jika kita lihat dari ke-16 maklumat yang berhasil dikumpulkan, maka Shadr itu banyak berkaitan dengan fikiran dan perasaan yang sifatnya keduniaan, apalagi jika telah dibisikan oleh syaitan, maka keserakahannya kepada dunia kian menjadi-jadi. 

Sehingga jika dihadirkan ujian atau pun perintah-perintah dari Allah, Shadr boleh menjadi lapang (ikhlas) atau sempit (sombong). Dan, yang terpenting adalah bahawa Allah paling tahu isi Shadr. Dengan demikian dapat disimpulkan secara sederhana bahwa prilaku Shadr ialah Mudah terbuka dan Wawasan 

KENALI BERBAGAI ASPEK FU’AD 
1 Berasal dari kata faidah yang bererti manafaat 

2 Fu’ad mendapat manafaat dari melihat, sedangkan hati senang dalam pengetahuan. Sepanjang fu’ad tidak dapat melihat maka hati tidak dapat menggunakan pengetahuannya. 

3 Fu’ad adalah tempat ru’yah (melihat) dan bagi hati adalah pengetahuan. Jika pengetahuan dan ru’yah disatukan, sesuatu yang tidak terlihat menjadi sesuatu yang dapat diketahui dan seseoarng hamba menjadi yakin dalam kepercayaanya melalui pengetahuan ru’yah (musyahadah) dan kenyataan akan ru’yah keimanan 

4 Fu’ad sebagai tempat ru’yah (melihat) dan dengan ru’yah pula seseorang boleh melihat hal-hal yang ghaib dengan jelas melalui penglihatan hati bukan mata lahir. 

5 Perbezaan antara Nur shadari dan Nur hati terletak pada ada tidaknya sekatan yang membatasinya. Bagi Nur Shadari ada batasnya, sedangkan nur hati tidak ada batasnya, sekali pun orang tersebut telah meninggal dunia, nurnya tetap memancar. 

6 Fu’ad merupkan tempat makrifat dan rahsia-rahsia serta alat penglihatan batin 

7 Setiap kali seseorang mendapat sesuatu manafaat, maka yang pertama kali marasakan manafaatnya adalah fu’ad, lalu qalb. 

8 Fu’ad terletak di tengah-tengah qalbu, sedangkan qalbu berada di tengah-tengah shadr. 

9 Fu’ad merupakan kemampuan qalbu yang berkaitan dengan pencaindera, mengolah maklumat yang sering dilambangkan berada di dalam otak manusia. 

10 Fu’ad mempunyai tanggunjawab pengetahuan yang jujur kepada apa yang dilihatnya. Kemampuan ini cenderung dan selalu merujuk pada ketepatan, kejujuran dan jauh dari sikap bohong. Qalbu diberikan kemampuan berfikir iaitu hati dalam bentuk fu’ad. 

11 Ia berkemampuan untuk mengolah, memilih dan memutuskan segala maklumat yang dibaca oleh sentuhan pancaindera. 

12 Fu’ad memberi ruang untuk akal, berfikir, bertafakkur, memilih dan mengolah seluruh maklumat yang masuk dalam qalbu manusia. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang mempunyai budi pekerti 

13 Kandungan kemampuan fu’ad adalah sebagai berikut: 
1 Akal: melihat yang nampak, kenyataan, penglihatan 
2 Zikir : merasakan, hakikat, penghayatan 
3 Fikir : menganalisa yang tidak nampak, filsafat, perenungan (sam’a) 

MENGENALI FU’AD 
Fu’ad, sebagai hati terdalam, diduga sebagai tempat bersemayamnya ruh suci dari Allah. Itu sebabnya “suara hati” itu diduga berasal dari Fu’ad. Maka jikalau Baitullahnya bumi itu berada di kota Makkah, maka Manusia yang beriman itu Baitullahnya berada di “kota” Fu’ad. 

Namun demikian, jika manusia itu tidak beriman, maka tidak akan tahu dimana ruh suci dari Allah itu disemayamkan. Ataukah mungkin jika manusia itu tidak beriman maka akan mirip dengan keadaan zaman jahiliah dahulu , dimana di sekitar Ka’bah (Baitullah) bersusun-susun berhala-berhala yang dilarang 

Jika diperhatikan maklumat yang ada pada Al-Quran yang suci, maka Fu’ad dapat didefinisikan sebagai berikut, perhatikanlah: 
1) Hati yang tidak mendustakan Q.S. 53:11 
2) Hati yang dibakar di neraka Huthomah Q.S. 104 : 5-7 
3) Hati yang semakin kuat ketika dibacakan Al-Quran Q.S. 25 : 32 
4) Hati yang boleh menjadi Kosong (frustasi) Q.S. 28 : 10 
5) Hati yang dimintai pertanggungjawaban Q.S. 17 : 36 
6) Hati yang semakin teguh dengan kisah-kasah dari Rasul Q.S. 11:120 
7) Hati yang dipalingkan oleh Allah sehingga sesat Q.S. 6 : 110 
8) Hati yang tidak beriman Q.S. 6:113 
9) Hati yang bekerja bersama Pendengaran dan Penglihatan Q.S. 46 : 26 
10) Hati yang membuat kita menjadi berilmu dan harus kita syukuri Q.S. 16 : 78 
11) Hati yang mencintai/cenderung kepada sebagian manusia Q.S. 14:37 
12) Hati yang boleh kosong (melamun/mata tak berkedip) Q.S. 14:43 
13) Hati yang diaktifkan setelah hadirnya Ruh (pendengaran, penglihatan, dan Fuad) Q.S.32 : 9 

Dengan demikian, Fu’ad adalah jenis hati yang pertama kali aktif dan juga yang terakhir kali bertanggungjawab giat kerjanya selama di bumi kepada Allah SWT. Fu’ad adalah watak, memberikan dorongan (misal : cinta) kepada tempat yang kosong. Jika Fu’adnya bercahaya maka insya Allah akan membuat jasad kita bersih dari penyakit fizikal, dan qalbu kita lebih mudah bersih dari penyakit hati. Dengan demikian dapat disimpulkan secara sederhana bahawa watak laku Fu’ad Sangat tertutup dan Rahsia, ia sangat menentukan menjadi Watak Asli. 

KENALI BERBAGAI ASPEK LUBB 
1 Lubb terdiri dari huruf lam dan huruf ba’. Huruf lam dari kata Al Luthfu. Begitu pula huruf ba’ yang ditasydidkan. Pada hakikatnya huruf ba’ itu dua macam: iaitu huruf ba’ dari kata Al Birru (kebaikan) pada awalnya dan huruf ba , dari kata Al Baqa (kekekalan), juga ba’ dari kata Al barakah (keberkahan) 

2 Lubb bererti inti atau relung kesedaran. 

3 Lubb adalah tempat tersembunyi pengetahuan tentang Allah yang terlindung dari orang-orang yang terikat dengan dunia, sedangkan istilah Lubb Al Lubb adalah sumber cahaya Ilahi yang terkandung dalam inti dari inti itu sendiri. 

4 At Tirmizi melihat perbezaan antara Al Lubb dan Aql walaupun ia bersamaan erti dalam bahasa arab. Seperti halnya, ada perbezaan antara cahaya matahari dan cahaya lampu, meskipun kedua-duanya lampu. 
Beliau menambah. Perbezaan antara Lubb dan Aql adalah di saat bila kaitkan dengan ilmu pengetahuan, dengan melihat perbezaaan antara ilmu fekah dan ilmu agama. Bagi beliau, ilmu fekah dari orang yang berilmu berada di dalam dada dan cahayannya berkemabang dengan belajar dan mengamalkannya. 
Sebaliknya Pemahaman agama atau ilmu agama merupakan cahaya yang Allah SWT suluh ke dalam hati para hambaNya yang beriman. 
Beliau menjelaskan lagi, bahawa Lubb dapat diibaratkan gunung besar dan tempat paling damai, serta kutub yang tidak pernah gelongsor dan bergerak. 

5 Al Lubb dalam hati ibarat cahaya di dalam mata atau lampu, juga bagaikan minyak yang tersimpan di dalam biji buah-buahan. Keberadaan Lubb berada di luar jangkauan, namun dia memelihara dan mewarnai di dalamnya serta memberikan bentuk terhadap semuanya. 

6 Tingkatan keempat batin manusia sesudah Shadr, Qalb dan Fu’ad. 

LUBB (AKAL ATAS/AKAL HATI) 
Akal jenis ini disebut Lubb. terletak di dalam inti qalb yang telah dimurnikan dari segala keburukan dan dosa… sebagaimana fungsi akal bawah atau akal fikiran yang terletak pada jasad manusia, yang berfungsi untuk mengenali dan memahami urusan dunia, urusan yang timbul secara nyata, urusan yang sifatnya keduniaaan, 
Maka lubb atau akal atas memiliki fungsi yang lebih luhur lagi, karena dia terletak di dalam inti qalb atau nurani manusia, maka dia memiliki kesanggupan untuk dapat mengenal berbagai aspek yang ghaib, aspek ketuhanan, aspek hakikat agama, aspek yang tidak nyata dan aspek agama lainnya… 
Seorang manusia yang hatinya masih dibaluti oleh hawa nafsu dan syahwat, maka dia akan merasa sangat sukar untuk dapat menggunakan aspek lubb nya, karena sang hawa nafsu dan syahwatnya cenderung untuk mempengaruhi diri.. berfikir hanya untuk kepentingan dunia semata. 
Sementara seorang yang diberi rahmat oleh Allah sehingga jiwa muthmainnahnya pulih semula dan mampu mempengaruhi hawa nafsu dan syahwatnya, maka hadirlah dalam lubb-nya ini Al Haq. 
Orang seperti inilah yang dalam Al Qur’an disebut Ulil Albab. 
Sesungguhnya yang dimaksudkan dengan Al-Ulama, orang-orang yang berilmu, dalam Al Qur’an atau hadis-hadis Rasulullah SAW adalah orang-orang telah hadir Al Haq dalam lubb-nya. 
Sebagaimana terdapat dalam Firman-firman Allah SWT: 
Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah Al-Ulama. ( QS. 35:28 ) 
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali Al-Alimun (yang berpengetahuan). (QS. 29:43) 
Sebenarnya, dia itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (QS. 29:49) 
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, (QS. 58:11) 
Al-Ulama itu adalah pewaris dari Nabi-Nabi … Isi langit dan isi bumi meminta ampun untuk Al-Alim (yang berpengetahuan). (HR. Abu Dawud, Ath Turmudzi dari Abi Darda) 
Kelebihan Al Alim dari seorang abid, seperti kelebihanku dari orang yang paling rendah dari shahabatku (HR Tirmidzi dari Abi Amamah) 

PERILAKU MANUSIA 
Perilaku manusia adalah merupakan keputusan yang diambil untuk merepsons segala sesuatu yang dilihatnya.. Keputusan ini terjadi setelah terjadi hubungan antara akal otak (akal) dan akal hati (lubb) nya. ini apabila lubb nya memang sudah bekerja… berfungsi karena kejernihan hatinya dari dosa… tapi bila tidak, maka yang bekerja secara leluasa adalah akal fikiran luarnya… dunianya, baik-buruk hanya ditimbang apa yang nampak pada lahiriyah… 
Namun, apabila dalam lubb seorang telah tumbuh Al Haq, maka keputusan tindakannya adalah kesepakatan antara akal dan Al Haq-nya. Sementara Al Haq adalah sebagai petunjuk, hidayah, dan penganugerahan ilmu Allah. Dengan demikian seorang yang telah tumbuh Al Haq dalam dirinya, akan dibimbing Allah untuk mengambil sebuah keputusan. 
Firman Allah SWT: 
Al Haq itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2:147) 
“Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan”. (QS. 38:84) 

Allah menganugerahkan akal dalam atau lubb atau akal jiwa, sebagai mata yang ada dalam jiwa yang itu digunakan untuk memahami urusan disebalik dunia ini. Urusan agama atau sesuatu yang menyangkut makna hidup, kenal diri, makrifat kepada Allah hanya boleh dicerna dengan dua mata dalam jiwa itu sendiri. 
Indah sekali ungkapan Rasulullah menjelaskan tentang hal ini: 
”Tak seorang pun manusia, kecuali memiliki empat mata; dua di kepalanya yang dengannya ia melihat ihwal dunianya, dan dua di hatinya, yang dengannya ia melihat ihwal agamanya” (HR Abu Mansur Ad-Dailami) 
Dalam penjelasan lebih jauh lagi, Imam Al-Ghazali menghuraikan dunia Qalbu atau hati ini dengan huraiannya yang sangat halus: 
”Setiap sesuatu yang dapat kamu tangkap dengan penglihatan mata kasar, maka ia adalah bahagian dari dunia yang dikenal dengan alam syahadah. Sementara hati bukan termasuk dalam dunia ini, melainkan dunia metafisik, dan kedudukannya di dunia ini sebagai sesuatu yang asing. Potongan daging tersebut tersusun dari beberapa unsur, dimana setiap anggota tubuh adalah pasukan-pasukannya, sementara ia sendiri sebagai raja. Ia mempunyai sifat mengenal Allah dan menyaksikan indahnya kehadiran-Nya, ia dikenakan beban kewajiban dan perintah lainnya, ia juga akan mendapatkan pahala dan siksa, mengalami kebahagiaan dan kecelakaan, dan akan selalu diikuti oleh apa yang dinamakan dengan ruh kebinatanagan (ar-ruuh al-hayawaani). 

Mengenal hakikat dan sifatnya merupakan kunci untuk mengenal Allah Swt. Dengan demikian, kamu harus berusaha untuk mengenalinya, karena ia merupakan sesuatu perkara mulia yang berasal dari kejadian malaikat, dan kejadian ini berasal dari hadirat Ilahiyah. Dari tempat ini ia datang dan ke tempat ini pula ia kembali. 

KENALI BERBAGAI ASPEK SIRR 
1 As Sirr ertinya rahsia atau misteri 

2 Sebagai pusat kerohanian, akal yang secara perlambangan bertempat di dalam hati, di dalam pusat inilah apa yang dikatakan oleh kalangan ahli hakikat sebagai tempat terjadinya penyatuan dengan Tuhan 

3 Ia merupakan hal halus dan lembut (lathifah) dari rahmat Allah 

4 Merupakan relung kesedaran paling dalam, tempat hubungan rahsia antara Tuhan (Rabb) dan hambaNya (abd) 

5 Inilah tempat paling tersembunyi , di mana Allah memperlihatkan rahsia-rahsiaNya kepada diriNya sendiri 

6 Merupakan organ penglihatan ruhani, tumpuan makrifat (pengetahuan Ilahi) 

7 Kelembutan As Sirr (Lathifah Al Asrar) lebih lembut, lebih halus jika dibandingkan dengan roh, dan asrar ini dianugerahkan Allah kepada mereka yang bebas dari ikatan segala sesuatu selain Allah.